I. PENDAHULUAN
Insektisida berasal dari kata Insect, yang berarti serangga dan –cide artinya membunuh. Secara harfiah insectisida membunuh atau mengendalikan serangga hama. Namun, pemahaman ini sekarang diperluas untuk memenuhi perkembangan teknologi dalam pengendalian serangga hama. Namun, pemahaman ini sekarang diperluas untuk memenuhi perkembangan teknologi dalam pengendalian serangga hama era modern ini. Hal ini disebabkan oleh fakta – fakta yang ada yaitu Pertama, insektisida tidak selalu berupa bahan kimia. Misalnya Bacillus thuringiensis var israelenses dan Bacillus Sphaericus adalah bakteri – bakteri yang digunakan dalam pengendalian larva nyamuk di air. Bahkan cendawan seperti Metarhizium anisopliae digunakan dalam pengendalian rayap. Bakteri dan cendawan bukanlah bahan kimia. Kedua, pengertian insektisida yang berarti “ membunuh” hama menjadi terlalu sederhana. Karena pada perkembangannya banyak insektisida yang bekerja dengan cara “ tidak membunuh “, namun dengan cara lain seperti menarik, mengusir, menghalau (repel) atau mengatur pertumbuhan serangga.
Dari kedua alasan tersebut pengertian insektisida menjadi sangat luas, yaitu semua “ bahan “ atau campuran bahan yang digunakan untuk mencegah, merusak, menolak, atau mengurangi serangga hama. Pengertian “ Bahan “ dapat berupa bahan kimiawi maupun bahan non kimiawi.
Manusia telah menghuni bumi selama ribuan tahun, namun serangga telah menghuni bumi ini 250 juta tahun. Nenek moyang kita dimasa lalu membuat asap dan melumuri badan dengan lumpur dan debu untuk mengurangi atau menhindari gigitan serangga pengganggu. Demikian halnya juga yang dilakukan oleh binatang ternak seperti sapi, kerbau, kuda. Pada era modern ini pendekatan pengendalian yang dilakukan nenek moyang kita tersebut digolongkan sebagai repelen. Catatan sejarah hingga kurun 1000 SM, menunjukan bahwa insektisida tertua belerang sebagai fumigant.
Hingga awal Perang Dunia II (1940), pilihan insektisida terbatas pada arsenic, minyak bumi, nikotin, piretrum, rotenone, belerang dan hydrogen sianida. Namun, Perang Dunia II telah membuka era modern program pengendalian kimiawi dengan insektisida organic sintetik. Insektisida organic sintetik yang pertama ditemukan adalah DDT, yang selanjutnya menjadi sangat popular dalam pengendalian serangga vector penyakit maupun untuk industry pertanian didunia.
Industri pengendalian hama permukiman (PHP) merupakan industry baru pengendalain hama dibandingkan dengan industry pertanian maupun pengendalian vector penyakit, dan kebanyakan insektisida yang digunakan pada PHP juga digunakan di Industri pertanian.
1 komentar:
renermubagus
Posting Komentar